Menyusuri Pantai Di Desa Sawarna


Tanjung Layar
Pantai pasir putih yang indah dipadu dengan ganasnya ombak Laut Selatan sanggup Anda temui di Desa Sawarna. Susuri pantainya, maka Anda akan jatuh cinta.

Berada dalam perjalanan selama 9 jam dari Jakarta, beberapa jam diantaranya terguncang-guncang jawaban jalanan yang rusak, tidak menyurutkan semangat saya untuk mengunjungi Desa Sawarna. Saya selalu berkeyakinan bahwa semakin susah sebuah daerah untuk dikunjungi maka daerah itu akan semakin indah. Dan lagi-lagi iman saya tidak salah. Desa Sawarna punya jajaran pantai terbaik yang akan memuaskan Anda.

Desa Sawarna ialah sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Desa yang berarti satu warna ini terletak di ujung provinsi Banten dan berada sempurna di 237 km Barat Daya Jakarta. Desa Sawarna berpenduduk sekitar 5.700 jiwa yang lebih banyak didominasi berprofesi sebagai petani dan nelayan, selain menjadi peternak binatang mirip kambing dan kerbau.

Hawa petualangan sudah terasa sewaktu saya tiba di Desa Sawarna. Untuk memasuki desa, saya harus meniti jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membelah Sungai Sawarna. Jembatan yang menghubungkan desa dengan jalan raya ini hanya sanggup dilalui oleh sepeda motor atau dengan berjalan kaki. Saya harus berjalan pelan dan memegang tali jembatan dengan hati-hati sebab jembatan akan bergoyang kalau dilalui. Setelah berhasil melewati jembatan, maka perjalanan saya menyusuri pantai dimulai.

Surga pecinta Surfing di pantai Ciantir

Alangkah menyenangkan kalau perjalanan menyusuri pantai dimulai dengan berburu matahari terbit di Pantai Ciantir. Bunyi gemuruh ombak menyambut kedatangan saya. Kelembutan pasir putih di Pantai Ciantir seakan sebuah permadani penyambutan bagi pengunjung yang ingin menikmati matahari terbit disana. Sang mentari yang muncul perlahan dari balik jajaran pucuk pohon nyiur dengan latar belakang langit yang higienis ialah pemandangan mempesona yang sanggup Anda dapatkan.

Setelah matahari sudah mulai meninggi, saya mulai mengeksplorasi Pantai Ciantir. Pantai ini mempunyai garis pantai sekitar 3 km dan berada di ujung selatan Desa Sawarna. Di Pantai Ciantir ini Anda sanggup melihat jajaran bahtera nelayan sesudah melaut yang dicat dengan warna-warni cerah. Perahu-perahu ini ditambatkan tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan yang menempati bangunan yang sederhana.

Di Bulan Agustus–September, kalau beruntung, Anda akan disuguhi pemandangan para peselancar yang bergerak lincah diantara ombak. Pantai Ciantir memang populer mempunyai ombak Laut Selatan bergelombang besar yang cocok untuk berselancar. Tak heran, Pantai Ciantir merupakan salah satu tujuan favorit peselancar dari mancanegara. Puas menikmati keahlian para peselancar menaklukan ombak, saya melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Layar.

Pantai Tanjung Layar ditandai oleh dua buah kerikil besar yang mirip layar kapal. Batu Layar ini letaknya terpisah dari pantai kira-kira sejauh 50 meter. Di belakang Batu Layar terdapat formasi karang yang memanjang yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Dari bibir pantai, Anda sanggup dengan gampang menyeberang untuk mencapai kerikil Tanjung Layar. Tapi kalau air bahari sedang pasang, Anda mungkin akan mengalami kesulitan menyeberang. Di Batu Layar ini Anda perlu berhati-hati. Ombak disini begitu besar dan ganas. Lengah sedikit, anda sanggup terseret ombak. Namun Pantai Tanjung Layar ialah daerah terbaik untuk memuaskan hobi fotografi anda. Keunikan bentuk kerikil layar dan karang pemecah ombak sanggup menjadi obyek foto yang menarik. Atau Anda sanggup mencoba memotret sang ombak yang terpecah di sela-sela karang. Sungguh luar biasa!

Pantai di Tanjung Layar yang berbatu-batu ini juga terdapat banyak fosil kerang dan kerikil hias. Anda sanggup mengumpulkan fosil kerang ini untuk penghias akuarium Anda di rumah atau sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.
Selepas Pantai Tanjung Layar, saya meneruskan perjalanan menuju Pantai Legon Pari. Untuk menuju Pantai Legon Pari, saya harus melewati sebuah karang besar yang menjorok ke laut. Oleh warga setempat, karang ini dinamai Karang Bodas. Untuk melalui Karang Bodas, saya harus melalui medan yang agak sulit. Banyak kerikil besar dan juga karang yang menyulitkan perjalanan. Anda harus melangkah hati-hati di batu-batuan yang licin. Ombak yang sesekali menghempas menciptakan Anda harus siap untuk berbasah-basah ria. Sesekali saya juga mendapati ikan-ikan kecil dan binatang bahari di sela-sela karang.

Setelah melewati Karang Bodas, Anda akan disuguhi hamparan pasir putih dan tanaman perdu di sisi-sisi pantai. Disini juga terdapat deretan karang unik yang mirip gigi. Jangan berhenti, lanjutkan perjalanan Anda dan temukan kesegaran Pantai Legon Pari.
Seperti pantai lainnya, Pantai Legon Pari berpasir putih. Pantai ini relatif cukup sepi dari pengunjung, sampai seperti Anda sedang berada di pantai pribadi saja. Di Pantai Legon Pari Anda sanggup bermain air di tepi pantai atau sekedar duduk-duduk santai di pasir putih nan lembut sambil melepas dahaga dengan air kelapa muda yang segar. Pemandangan ke bahari lepas dengan ombak yang tak jemu-jemu menghempas pantai akan Anda dapatkan disini, ditambah bonus pemandangan Pantai Taraje di kejauhan.
Selain Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar dan Pantai Legon Pari, Desa Sawarna juga mempunyai pantai Pulau Manuk. Pantai Pulau Manuk terletak agak jauh dan lebih ramai pengunjung.

Menyusuri Gua
Selain wisata pantai, Desa Sawarna juga populer dengan guanya. Salah satu gua yang sanggup Anda kunjungi ialah Gua Lauk. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai Gua Lauk. Jalan yang naik dan turun cukup menguras tenaga. Tetapi segala kelelahan terbayar dengan pemandangan sepanjang perjalanan. Hamparan sawah yang menguning dengan sungai yang mengalir dengan jernih khas pemandangan pedesaan. Rasakan kesegaran di kaki Anda dikala menyeberangi sungai.

pematang sawah menuju Gua Lalay ( Gua Kelelawar )

Sebelum memasuki gua, saya harus menyeberangi sungai sedalam paha orang dewasa. Bagi Anda yang gres pertama kali memasuki gua mirip saya mungkin akan terkejut. Gua Lauk sangat gelap sehingga harus memakai penerangan. Dasar gua berlumpur tebal dan terisi air menciptakan saya harus eksta keras berusaha menyusuri gua sampai ke dalam. Di dalam Gua Lauk saya melihat banyak stalaktit. Stalaktit merupakan kerikil berbentuk kerucut yang menggantung di langit-langit gua. Stalaktit ini terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengkristal. Bagian dalam gua ini juga dihuni oleh kelelawar yang menggantung di langit-langit gua dan berbau tidak sedap. Pengalaman pertama saya memasuki gua lauk ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
Selain menyusuri pantai dan gua, desa sawarna juga mempunyai keindahan bukit dan persawahan. Anda sanggup berjalan-jalan di pematang sawah yang hijau cerah yang memanjakan mata. Sekedar berjalan-jalan di Desa Sawarnapun sanggup Anda lakukan. Penduduk Desa Sawarna ramah dan murah senyum akan menyambut Anda dengan terbuka sehingga Anda akan merasa nyaman.
Tidak diragukan lagi, Desa Sawarna ialah daerah yang harus anda kunjungi. Keindahan pantai, gua dan alamnya akan memuaskan jiwa petualang Anda.

Cara Mencapai Desa Sawarna
Ada beberapa alternatif transportasi yang sanggup dipilih untuk mencapai Desa Sawarna. Dari Jakarta, Anda sanggup menaiki bus ke Pelabuhan Ratu. Dari Pelabuhan Ratu ada kendaraan Elf yang akan eksklusif mengantarkan Anda ke Sawarna dengan membayar ongkos sekitar Rp. 20.000. Anda juga sanggup menaiki bus jurusan Jakarta – Serang dengan tarif sekitar Rp. 20.000. Dari Serang menuju Bayah sanggup dicapai dengan memakai Elf bertarif Rp. 25.000. Untuk mencapai Desa Sawarna, dari Bayah Anda sanggup menaiki ojek motor dengan membayar ongkos sekitar Rp. 30.000.

Tips
  • Desa Sawarna mempunyai banyak daerah menarik yang sanggup dikunjungi. Jika Anda mempunyai waktu sedikit, usahakan memulai mengeksplorasi Desa Sawarna semenjak matahari terbit sehingga banyak daerah yang Anda sanggup kunjungi.
  • Untuk menyusuri pantai di Desa Sawarna siapkan bekal minuman dan masakan kecil yang mencukupi sebab jarang sekali ada warung yang menjual minuman dan jaraknya pun cukup jauh.
  • Pakailah pakaian dan ganjal kaki yang nyaman sebab perjalanan menyusuri pantai cukup jauh dengan medan yang agak sulit.
  • Jika ingin menyusuri goa, lebih baik meminta santunan warga desa yang mengenal baik medan dan sudah berpengalaman menyusuri goa. Di trend hujan sebaiknya tidak memasuki goa sebab air relatif lebih tinggi sehingga menyulitkan perjalanan menyusuri goa.
  • Selalu waspada dan hati-hati dikala berada di pantai. Patuhi batas kondusif untuk berenang dan tidak memaksakan diri untuk berenang dikala air pasang dan ombak besar. Pantai-pantai di Sawarna mempunyai ombak yang besar, kalau tidak berhati-hati Anda sanggup terseret ombak.
*Artikel ini pernah dimuat di Majalah Sekar Edisi 23 tahun 2010
sumber: https://melisatravel.blogspot.com//search?q=menyusuri-pantai-di-desa-sawarna
photo: http://berwisata.blogdetik.com/2010/09/03/libur-lebaran-desa-sawarna-banten/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyusuri Pantai Di Desa Sawarna"

Post a Comment